GAZA Israel – Peperangan Israel dengan
Palestina adalah peperangan yang masih jauh dari kata damai, konflik politik
dan ekonomi didalamnya masih menghiasi perang tersebut. Seperti yang di catat
dalam Alkitab negara Israel adalah negara pilihan Tuhan dan tangan Tuhan selalu
menyertai mereka.
Hamas dan Jihad Islam di Gaza terus berjuang dengan
semangat menghancurkan Israel karena stigma yang melekat kuat di kalangan
mereka bahwa Israel adalah negara Yahudi yang harus dimusuhi.
Seperti yang dikutip di Tellmenow.com mengungkapkan
bagaimana Israel berupaya menggunakan misil untuk melindungi warganya dari
serangan Hamas, Hamas justru menggunakan warganya untuk melindungi dari
serangan misil Israel.
Hamas cukup dikenal dengan strategi perisai manusia
sepanjang sejarah konflik dengan Israel, menyebabkan jumlah korban warga sipil
di Gaza terus meningkat. Sementara, Israel terus dikecam oleh dunia
internasional karena tidak sanggup meminimalisasi jumlah korban sipil. Bahkan,
Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengancam Israel dapat dijatuhi tuduhan
melakukan kejahatan perang.
Namun, dibalik kuatnya semangat Hamas untuk menggempur Israel, beberapa di antara mereka yang terus berkeyakinan adanya unsur agama dalam konflik ini seakan-akan melihat ada pertempuran antara dua Tuhan di sini.
Dalam artikel yang ditulis oleh Barbara
Ordman di Jewish Telegraph edisi 18 Juli, Ordman bertanya kepada Hamas mengapa
roket mereka tidak begitu efektif menghancurkan Israel. Jawaban yang didapatnya
adalah, “Kami telah berusaha, tetapi Tuhan mereka mengubah arah roket
kami di atas udara“.
Kutipan Ordman itu pun menjadi headline yang tersebar
luas di jejaring sosial setelah dijadikan judul utama di harian Jewish
Telegraph.
Ordman, yang kini tinggal di Ma’ale Adumim di Tepi
Barat, kemudian mengutip pernyataan Perdana Menteri Israel yang pertama, David
Ben Gurion, pada Oktober 1956. Kala itu, dalam wawancara dengan CBS, Ben Gurion
berkata, “Di Israel, untuk menjadi seorang realis, Anda harus percaya pada
mujizat”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar